Minggu, 18 Maret 2012

Living Room

Ini pengantar untuk rangkaian project Living Room-nya Papermoon Puppet di Ruangdepan S14. Bentuknya cerita. Yang lucu, sebenernya tulisan ini Dea bikin buat tugas Bahasa Inggris pas les. Itupun jauh sebelum Dea kenal Papermoon Puppet dan akhirnya tertarik sama mereka kayak laron liat cahaya.

Rasanya seneng banget bisa berpartisipasi di project seru suami-istri Ria-Iwan ini ;)



The Living Room felt gloom. It was the only room that was living in the house. The kitchen, the restroom, and rooms around it never replied to its “hello”. That was why the Living Room always lonely.
 
In the morning, the light of sunshine touched The Living Room's floor and brighten it up. But as the world kept on turning, the light faded away. The Living Room couldn't play with the light all day long.

Jumat, 16 Maret 2012

Dijual: Kuehsenyum :)

Dimuat di kopikeliling.com : Kopi Keliling adalah sebuah proyek seni inisiatif yang diadakan oleh sekelompok seniman dengan tujuan memperkenalkan seni ke masyarakat luas sehingga pengetahuan akan seni semakin besar.

===================================

Pada suatu pagi yang cerah, Fajar Abadi, alumnus FSRD ITB jurusan patung, bercerita kepada saya. “Waktu aku SMA, ada seorang perempuan yang senyumnya lebar pisan. Mulutnya sebetulnya kecil. Tapi kalau dia senyum, bisa mengembang sampai tujuh puluh persen.”

Saya tertawa. “Masa, sih?”

“Iya. Dulu aku suka ngikut-ngikutin dia senyum. Tapi setiap aku lihat di kaca, nggak pernah mirip. Senyum dia kayak black hole. Menyerap. Tapi yang diserap yang kesel-kesel aja. Kalau lihat orang itu, bawaannya selalu seneng. Padahal hidup dia juga nggak seneng-seneng amat,” Fajar melanjutkan ceritanya.

Iris

- dengan Lala Bohang

Ternyata ujung pelangi jatuh persis di depan kamar Manik, membuat paving block jadi warna-warni. Pelangi itu sendiri terlihat seperti rambut yang sangat panjang. Manik tengadah mencari pangkalnya, tapi tak terlihat.

“Siapa kamu?” tanya Manik.
“Siapa aku? Bergantung apa yang kamu maksud dengan ‘siapa’.”
-Iris
 
 
 

Bonus Akhir Tahun - Kalender Papertoy

- dengan Dadik Triadi

“Love is old, love is new, Love is all, love is you”
-Because, The Beatles-
Teman-teman, di penghujung tahun 2011 ini Salamatahari berkolaborasi dengan seorang seniman papertoy hebat, Dadik Triadi. Unduh hasil kolaborasi kami di sini kemudian lanjutkan bagianmu ;)

Selasa, 27 Desember 2011

Ngadubako Salamatahari

Dimuat di Minor bacaankecil edisi #8: “Instan” tahun 2006.
=====================================================
Ngadobako kali ini bersama Sundea, penulis buku Salamatahari. Norvan dari Minor bacaankecil beberapa kali mengurut dada menahan sabar pancakaki sama Neneng yang satu ini. Kami mengobrol di ruang kerja papap sekaligus “kantor” Minor di Sukajdi. Obrolan seputar Salamatahari, sampai instan, sampai RUU APP. Simakkkk?


Jumat, 16 Desember 2011

Hakuna MATA-ta It Means No Worry*

 Dimuat di Far Magazine edisi 17 (Desember 2011) "Character Issue"

=========================================================



Pada suatu hari, di antara berbagai suara yang terpantul-pantul di tengah acara Hari Pengelihatan Sedunia yang jatuh di bulan November, telinga saya menangkap sebuah lagu. Meski tak sekuat suara-suara lain yang berputar-putar lebih dekat dengan saya, lagu itu tidak tertelan. Sebaliknya, sayalah yang tersedot untuk mendengarkan lagu tersebut lebih saksama. Kira-kira seperti ini cuplikan liriknya, “Light up the world with the ray of our heart, let us start what we want to share. Don’t give up, although in the dark show the world we can go on …”  

Jumat, 09 Desember 2011

Trip to the Ice Dream Bar


Huff Magazine is an online-based collective magazine foucusing on contemporary visual art. This article was published for the #4 edition: Dream. You can download the e-magz  here.

Dimuat di Huff Magazine edisi "Dream"

===================================================

Ice cream is a frozen dessert, made from dairy products. 
And ice dream is a frozen dessert made from daily products.  
Because life loves you more than you know, it collects daily ingredients that comes your way everyday. 





One day, a little firefly whose scent as sweet as marmalade came to my sleepy time.  Her name was Lady Marma-Lead. “I will lead you to the Ice Dream Bar. Now close your eyes,” she told me in her airy voice.